Amaliyah NU membaca doa Qunut


AMALIYAH NAHDLATUL ULAMA MEMBACA QUNUT
Sebagai kaum Nahdliyin kita seharusnya tahu amalan apa saja yang harus dilakukan oleh Kaum Nahdliyin, mengingat akhir akhir ini banyak sekali aliran yang mulai menggeliat di Indonesia sehingga membuat kita kebingungan, amalan mana saja yang harus kita jalankan.
Membaca Doa Qunut
Madzhab Imam Asy-Syafi’I mensunahkan pembacaan doa Qunut pada tiga tempat, yakni ketika terjadi Nazilah (Bencana, Cobaan), Dalam Shalat witir pada pertengahan bulan Ramadhan, dan terakhir pada shalat subuh.
Kesunnahan membaca doa qunut saat melaksanakan shalat subuh ditegaskan oleh kebanyakan kaum salaf dan ulama ulama setelahnya. Tokoh tokoh yang mensunnahkan doa qunut subuh antara lain : Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar Ibn Khattab RA, Utsman Ibn Affan RA, Ali Ibn Abi Thalib Karromallahu Wajhahu, Ibnu Abbas RA, dan Al Barra’ Ibn Azib RA ( Almajmu’, I/504).  dalil yang dijadikan acuan adalah Hadist Nabi SAW,
عن أنس بن مالك قال : مازال رسول الله صلى الله عليه وسلم يقنت في الفجر حتى فارق الدنيا ( رواه احمد )
diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, Ia berkata: Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika shalat subuh sampai beliau wafat’.” (H.R. Ahmad)
Pakar hadist al-Allamah Muhammad ibn ‘Allan ash-Shiddiqi dalam kitabnya, alfutuhiyat ar-Rabbaniyah menyatakan bahwa hadis inilah yang benar, dan diriwayatkan serta disahihkan oleh segolongan pakar yang hafal banyak Hadist. Diantara orang yang menshahihkan hadist ini adalah Al-Hafidzh Abu Abdillah Muhammad ibn Ali Al-Balkhi, al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dan di beberapa tempat dari kitab yang ditulis oleh al-Baihaqi. Ad-Daruqutni juga meriwayatkan dari beberapa jalur dengan berbagai sanad yang sahih. (Al-Futuhat ar-Rabbaniyah ‘ala al-Adzkar an-Nawawiyah,II/268.

Komentar

Postingan Populer